Oleh : Meirisa Mona Laksmita, S.Farm., Apt.
Apoteker RSUD Ungaran

PENDAHULUAN
Diabetes mellitus (DM) didefinisikan sebagai penyakit metabolisme dan ketidaksesuaian kadar gula dalam darah yang berkaitan dengan penurunan sekresi insulin atau kombinasi resistensi insulin. Diabetes mellitus termasuk penyakit kronis yang memerlukan perawatan medis terus menerus dan pasien self-management untuk mencegah komplikasi akut dan untuk mengurangi risiko komplikasi. Salah satu terapi pengobatan untuk diabetes mellitus yaitu terapi insulin. Pasien DM yang memiliki kontrol glukosa darah yang tidak baik dengan penggunaan obat antidiabetik oral perlu dipertimbangkan untuk penambahan insulin sebagai terapi kombinasi dengan obat oral atau insulin tunggal.

APA ITU INSULIN??
Insulin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengubah gula darah (glukosa) menjadi energi dan membantu menjaga keseimbangan kadar gula darah dalam tubuh yang diproduksi oleh pankreas. Kekurangan hormon insulin menyebabkan penyakit diabetes mellitus. Kekurangan hormon insulin membutuhkan perawatan dengan insulin buatan untuk mengontrol kadar gula darahnya. Insulin buatan adalah sintesis dari hormon yang susunan zatnya mirip seperti insulin alami dalam tubuh.
Insulin pen adalah alat kesehatan yang digunakan untuk pemberian insulin buatan kedalam jaringan subkutan


GEJALA DIABETES MELLITUS
•    Kadar gula tinggi dalam urin
•    Sering buang air kecil
•    Sering merasa haus
•    Sering merasa lapar
•    Lemas, lesu dan tidak bertenaga

SIAPA YANG MENGGUNAKAN INSULIN??
•    Diabetes mellitus tipe 1
•    Diabetes mellitus tipe 2 pada pasien yang kurang efektif pada penggunaan OAD (Oral Anti Diabetes) atau kombinasi dengan OAD (Oral Anti Diabetes)
•    Diabetes mellitus pada kehamilan
•    Alergi terhadap penggunaan OAD (Oral Anti Diabetes)


LOKASI PENYUNTIKAN INSULIN PEN
Penyuntikan dilakukan secara subkutan (jaringan di bawah kulit yang merupakan jaringan lemak) karena penyuntikan pada bagian jaringan lemak akan mempercepat proses penyerapan insulin. Lokasi penyuntikan umumnya pada bagian perut (abdomen), lengan, paha atas dan pantat. Bagian perut (abdomen) menyerap insulin paling cepat dibandingkan lokasi yang lain karena menyimpan cukup banyak jaringan lemak. Disarankan untuk mengganti titik injeksi penyuntikan insulin pen setelah waktu dua hari berturut-turut, jangan menggunakan titik yang sama secara berulang-ulang karena dapat menyebabkan kulit iritasi dan merusak jaringan lemak dibawah kulit. Mengganti titik injeksi, bukan berarti mengganti area injeksi, hanya saja menyuntik pada area injeksi yang sama namun letaknya tidak dititik yang sama seperti penyuntikan sebelumnya. Berikanlah jarak sekitar 2 cm dari titik injeksi sebelumnya.

klik untuk baca lebih detail