Oleh : Astri Melawati, S. Farm., Apt.

Dalam kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) seperti sekarang ini, optimalisasi  penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), terutama untuk tenaga kesehatan, sangatlah penting. Tidak terkecuali untuk petugas di instalasi farmasi rumah sakit khususnya di Instalasi Farmasi Rawat Jalan (IFRJ). Hal tersebut karena personel IFRJ adalah personel instalasi farmasi yang paling sering berinteraksi langsung dengan pasien dalam pelayanan obatnya. Covid-19 merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Covid-19 dapat ditularkan melalui droplet (partikel air) dari penderita atau pembawa virus, walaupun tanpa gejala, ke orang lain. APD merupakan pelindung utama, tameng bagi tenaga kesehatan dari penularan Covid-19, melindungi dari percikan, lendir, cairan tubuh pasien yang dapat menjadi media penularan Covid-19. Salah satu prinsip yang harus dipenuhi dalam pemilihan APD adalah memenuhi ketentuan standar.

Apabila tenaga kesehatan sedang menangani penyakit dengan penularan yang tinggi, seperti Covid-19, alat pelindung diri akan ditambah. Mulai dari pelindung wajah, kacamata, sarung tangan, baju pelindung, hingga sepatu boot karet tergantung di mana petugas kesehatan tersebut ditempatkan. Fungsi dari APD yang digunakan adalah untuk menghalangi masuknya zat partikel bebas, cair atau udara, yang merupakan media penularan Covid-19. Dengan perlindungan ini diharapkan tenaga kesehatan di rumah sakit, khususnya IFRJ, akan lebih menjaga diri dari penularan Covid-19 sehingga pelayanan obat kepada pasien, yang merupakan wujud pelayanan publik dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, penggunaan APD yang sesuai standar diharapkan menambah tingkat kepercayaan pasien terhadap keamanan dan kenyamanan pelayanan obat di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran selama pandemi Covid-19.

Penggunaan APD di rumah sakit juga dibagi dalam beberapa level sesuai dengan rekomendasi tingkat perlindungannya menurut Standar Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Covid-19 di Indonesia yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Untuk petugas farmasi rawat jalan termasuk dalam rekomendasi tingkat perlindungan II tenaga kesehatan dan pendukung. Jenis APD yang seharusnya digunakan oleh petugas IFRJ antara lain,

-        masker bedah 3 lapis,

-        sarung tangan,

-        Gown /Jas Farmasi,

-       pelindung mata, jika harus berhadapan dengan pasien, 

-       penutup kepala.

Gambaran APD yang digunakan saat pelayanan obat di masa pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut, atau bisa akses videonya langsung melalui youtube dengan klik pada gambar dibawah

 Link Cara Pemakaian Alat Pelindung Diri yang benar